Kendal- KKN MIT 22 UIN Walisongo Semarang Posko 200 menggelar Edukasi Gizi Seimbang bagi murid di Madrasah Dinniyah Ta’miliyah (MDT) Wustho NU 02 Al Mubtadiin, Desa Margosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Kamis (13/8).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk upaya pencegahan stunting sejak remaja yang dimulai dari mengatur pola makan dan perilaku hidup sehat. Dengan mengusung tema “isi piringku” kegiatan tersebut mengajak murid mengenal pedoman porsi gizi seimbang untuk sekali makan.
Edukasi yang digelar sore hari ini, diikuti sebanyak 32 peserta terdiri dari murid MDT Wustho NU 02 al Mubtadiin yang memasuki fase remaja menuju dewasa dan didampingi kader kesehatan Desa Margosari.
Bekerjama sama dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Patebon 2, menghadirkan narasumber Ahli Madya Kebidanan yaitu Puteri Amanda Dewi. Ia menjelaskan bahwa gizi seimbang bukan hanya makan dalam porsi besar tetapi makanan yang mengandung zat gizi sesuai dengan kebutuhan tubuh. Pemenuhan gizi seimbang juga dapat mencegah anemia atau kekurangan hemoglobin dalam darah yang biasa terjadi pada remaja perempuan. Menurut Amanda, stunting tidak terjadi secara tiba-tiba sehingga penting untuk mengetahui penyebabnya dan melakukan tindakan preventif. Pencegahan stunting dapat dimulai dari hulu ke hilir, yaitu sejak remaja dengan memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang serta perilaku hidup sehat sebagai bekal ketika memasuki fase kehamilan.

“Para remaja harus tahu bahwa stunting itu tidak terjadi tiba-tiba sehingga perlu untuk mengenali penyebabnya. Nah, pencegahan ini (stunting) dapat dimulai dari hulu ke hilir, sejak usia remaja dengan memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang dan pola hidup sehat sebagai bekal kelak saat memasuki fase kehamilan,” tuturnya.
Koordinator acara, Ivan Nur Fathi mengatakan bahwa edukasi pencegahan stunting pada remaja dengan menjaga pola makan bergizi dan membiasakan perilaku hidup sehat menjadi bentuk kepedulian pada kesehatan mereka di masa mendatang. “Dengan memberikan edukasi pencegahan stunting pada remaja, menjadikan para remaja ini paham dan memulai menjaga pola makan serta perilaku hidup sehat sebagai bentuk bekal kesehatan mereka. Harapannya, langkah kecil ini dapat memberikan dampak yang nyata di masa mendatang,” jelasnya
Antusiasme dalam kegiatan ini juga
sampaikan salah satu peserta, Ratna Fadzilah. Ia mengaku mendapatkan pemahaman
baru mengenai gizi seimbang yang dapat berhubungan langsung dengan pencegahan
stunting.
“Meskipun acaranya sore, tapi saya jadi paham pentingnya gizi seimbang dalam makanan. Ternyata, penerapan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari memiliki kaitan langsung dengan upaya pencegahan stunting saat kehamilan,” ungkapnya. Melalui kegiatan edukasi ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran remaja mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang dan penerapan pola hidup sehat sejak dini. Pemahaman tersebut menjadi salah satu langkah preventif dalam mempersiapkan kesehatan remaja hingga memasuki fase kehamilan serta mendukung upaya pencegahan stunting di Desa Margosari. (Amelya Kurnia FSH/HES)
Share on :